Bima, Kupas Bima. Com
Kabupaten Bima merupakan daerah agraris, sehingga banyak warga daerah ini yang berprofesi sebagai petani. Namun kadang hasil yang diperoleh berbanding terbalik dengan beban yang ditanggung oleh petani. Disamping harga obat-obatan yang mahal petani juga harus menanggung resiko besar dalam kerja.
Seperti halnya yang ditemui wartawan media kupas bima, Jumat 1/6 2018 sekitar pukul 19.20 wita di puskesmas Woha Kabuapten Bima ada dua orang warga yang keracunan obat bawang waktu melakukan kegiatan semprot dilokasi penanamannya.
Keterangan salah satu istri korban berinisial As warga desa samili kecamatan Woha Kabupaten Bima, bahwa suaminya mengalami gangguan pernapasan pada saat semprot bawang. Ucapnya pada media ini.
Yang bersangkutan menyatakan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 Wita di lokasi penanamannya sekitar wilayah Waduwani, awal kejadian itu suaminya merasa mual dan kejang-kejang dan kondisi fisik sang suami terasa lemas. Melihat keadaan berubah seketika itu sang istri mengajak sang suami pulang kerumah dan ditengah perjalanan sang suami makin parah sampai rumah.
Dengan adanya perubahan kondisi fisik suami yang makin parah sang binipun melakukan upaya penolongan pertama dengan memberikan penawar berupa air kelapa dan perasan air asam. Akunya.
Karena merasa khawatir dengan kondisi sang suami, AS akhirnya mengambil sikap membawa suaminya untuk dirawat di PKM woha untuk mendapatkan tindakan medis.
Petugas medis yang bertugas jaga malam di ruang IGD PKM woha yang dikonfirmasipun membenarkan ada dua pasian keracunan yang ditangani malam ini. Akunya.
Petugas kesehatan di PKM woha yang jaga saat itu berpesan kepada seluruh warga masyarakat yang memekai obat keras disawah untuk keperluan tanaman agar mengutamakan keselamatan kerja berupa pemakaian masker dan yang lainnya agar bisa menghindari kejelakaan kerja. Himbaunya.
Semoga kedepannya masyarakat kita akan lebih sadar hal semacam ini agar pada saat kerja tidak akan terulang kembali kejadian yang sama. Harapnya.
Kp (001*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Berikan Tanggapan Terkait Berita
Gunakan Bahasa yang tidak Mengandung Sara,Porno,Intimidasi dan Pelecehan.