Hasil Survei BNN Propinsi Ada 50.000 Pengguna Aktif NarKoba Tersebar di NTB - KUPAS BIMA

Headline News

Jumat, 27 Juli 2018

Hasil Survei BNN Propinsi Ada 50.000 Pengguna Aktif NarKoba Tersebar di NTB

Bima, Kupas Bima.  Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bima (BNNK) menggelar Konferensi Pers di ruang rapat kantor tersebut. Adapun tujuan dari diadakan kegiatan yang dimaksud guna untuk mengetahui dan mempublikasikan apa yang menjadi capaiannya selama dalam tenggang waktu setengah tahun sebelumnya antara Januari sampai terlaksana konferai pers 2018.

Pantauan langsung wartawan kupas bima di ruang rapat BNNK bahwa, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bima AKBP Ivanto Aritonang dengan tegas menyatakan untuk BNNK Bima sendiri hanya dapat melaksanakan dua program unggulan yakni Langkah perventif dan rehabilitasi. Akunya.

Ketika disinggung kenapa hanya ada dua program?, Ivanto menyatakan bahwa untuk program lain seperti pemberantasan atau penindakan sudah diambil alih oleh propinsi atau pihak kepolisian, karena demikian tidak menutup kemungkinan BNN propinsi akan hadir di Bima. Tandas Vanto.

Sebenarnya untuk pemberantasan dan penindakan ada di BNNK Bima tetapi tidak didukung oleh propinsi dan kekurangan personil bahkan SDM yang ada sangat minim.

Adapun program yang telah dilakukan oleh personil BNNK Bima yakni langkah perventif melalui sosialisasi anti narkotika baik di kalangan Masyarakat, Birokrasi bahkan Pelajar.

Ivanto mengaku selama setengah tahun 2018 ini telah melakukan kegiatan P4GN yang bersifat sosialisasi yang berfariatif sebanyak 40 kali dan objeknya adalah Pelajar, Mahasiswa, Pemerintah maupun Swasta.
Masih sambung Kepala BNNK Bima sejauh ini yang sudah ditangani dalam program rehabilitasi telah mencapai 19 orang klien dan untuk perawatan jalan, klien yang telah keluar dari rawat inap atau yang sudah terminasi (sudah sembuh) baru dua orang dan itu ada diberbagai rumah sakit yang di Bima dan Dompu. Terangnya. 

Tidak sampai disitu untuk program rehabilitasi dalam hal ini pihak BNNK bekerjasama dengan melibatkan berbagai pihak terkait seperti Polisi, Jaksa dan Kesehatan. Beberapa pihak ini termasuk menjadi Team Asesmen Terpadu (TAT). Ungkapnya dihadapan wartawan Jum’at (27/8/2018).

Kepala BNNK Bima juga telah melakukan Tes Urine sebanyak 12 kali kepada berbagai elemen diantaranya Mahasiswa 9 Orang, Pencari Kerja 8 orang, Caleg Kota Bima 33 orang, Caleg Kabupaten Bima 88 orang, Caleg Propinsi 15 orang dan Caleg RI 1 Orang di tambah lagi dengan 2 orang caleg dari NTT.

Belum berakhir sampai di situ, muncul lagi pertanyaan dari wartawan, kenapa BNNK Bima hanya melakukan Pencegahan saja dan tidak melakukan penindakan? Ivanto aritonang mengatakan memang sekarang kita tidak memiliki personil di bagian penindakan karna personil Penindakan harus dari kepolisian dan Jaksa, ditambah lagi dengan tidak dikucurkan Dana untuk melakukan penindakan.

Sebelum jumpa pers diakhiri kepala BNNK Bima menjelaskan bahwa pengguna aktif narkoba di Nusa Tenggara Barat berdasarkan hasil survei antara BNN Propinsi dengan team survei dari universitas indonesia telah mencapai angka 50.000 pengguna. Cetusnya.

Dalam hal pemberantasan narkoba perlu kerjasama yang kuat, kepala BNNK Bima berharap kerja sama semua pihak ini termasuk wartawan untuk terus melawan narkotika. Tutupnya.

Disambung dengan kelakar bersama antara BNNK dengan para jurnalis bahwa para insan pers siap mendukung untuk perjuangkan penambahan anggaran melalui tulisan pena, karena kendala dalam hal kerja perangi narkoba bukan hanya personil tapi termasuk dana, sehingga kalau dana terpenuhi kami bisa tambahkan lagi peraonil, kalau anggota kita yang ada saat ini bekerja full time bisa-bisa masuk UGD. Kelakar Vanto.
Kupas (001*/Team) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berikan Tanggapan Terkait Berita
Gunakan Bahasa yang tidak Mengandung Sara,Porno,Intimidasi dan Pelecehan.

Pages