![]() |
| Direktur INTRALIC "Moelyono" |
Bima_Kupasbima.com. Direktur Eksekutif Non Government Organization Indonesian Transparency Public (INTRALIC), R. Moelyono Masjrun atau yang lebih di kenal dengan akun Face Book nya "Moel Institut" dengan keras membantah tudingan beberapa elemen dan oknum aktivis yang menyatakan beking mega proyek. "Apa yang di tuduhkan kepada saya, itu semua adalah fitnah keji dan upaya pembunuhan karakter saya, Saya ini adalah pengiat sosial, yang tentunya sangat imposibel ketika saya membeking proyek itu, apalagi mega proyek dengan nilai fantastis 30 Milyar Rupiah". Bantahnya.
Proyek penimbunan, perluasan dan pemagaran Bandara Sultan Muhammad Salahudin Bima tidak ada hubungannya dengan kami. Lagi pula jauh hari sebelum pemenangan tender, saya sudah kenal dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun kontraktor itu. Dan pada awal pengerjaan proyek itu, saya memang berada pada ruangan PPK , tapi saya tidak ikut masuk untuk membahas tehnis pelaksanaan proyek tersebut. Hanya cerita - cerita lepas saja dengan salah satu pegawai yang ada disana". Terangnya."
Sambungnya, terlalu hebat jika saya dan juga kawan-kawan membekingi proyek itu, Jangan karena saya berada pada kelompok ini dan itu, langsung di jastifikasi hitam, saya orang supel dan bisa berada pada golongan apa dan dimanapun.
Organisasi kami ini bukan organisasi preman yang mumpuni seperti Hercules atau Jon Key, tapi kami adalah organisasi intelektual yang mengedepankan kualitas ilmiah dan logika. "Sambungnya."
Mari kita sikapi setiap persoalan yang ada dengan cerdas, mari kita dukung upaya pemerintah ini, agar Bandara ini bisa naik level, dan dengan adanya proyek ini, tentunya kita haruslah bersyukur, akan hadirnya pesawat - pesawat besar, dengan adanya pesawat itu justru akan mempercepat dan memperlancar arus transportasi udara, datangnya pelancong-pelancong domestik maupun internasional yang justru akan mendongkrak in come PAD kita pada sektor jasa maupun pariwisata.
Hal ini akan mampu serta diharapkan dapat mendongkrak percepatan ekonomi kerakyatan. "Mari kita kawal bersama proyek ini sampai tuntas, demi Bima dan anak cucu kita kelak. "Tegasnya.
Bukan malah sebaliknya menuding dan mengklain diri dengan hal-hal yang berbau intimidasi dengan SMS atau menelpon dengan nomer-nomer baru.
"Silakan saja lakukan apa yang menurut oknum atau kelompok bahwa itu benar" tegasnya saat dikonfirmasi media ini via ponselnya, Kamis (18/7/19) sore.
Jika ada oknum atau kelompok yang ingin mengetahui lebih jelas serta transparansi tentang mega proyek tersebut langsung saja menghadap pihak bandara atau PPK yang bersangkutan. "Saya tegaskan sekali lagi, kalau kalian berani, yah silahkan, itu hak kalian yang di lindungi oleh Undang-Undang, asal itu punya data konkret dan tidak melanggar hukum. Jangan hanya main pada tataran isu belaka. "Tantangnya.
Sementara pihak PKK dan Kontraktor yang kami coba Konfirmasi via Hand Phonenya sampai dinaikkan berita ini belum bisa dihubungi. Pihak redaktur media ini akan terus berupaya konfirmasi lanjutan sebagai balance pemberitaan. Kp (001*/Red).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Berikan Tanggapan Terkait Berita
Gunakan Bahasa yang tidak Mengandung Sara,Porno,Intimidasi dan Pelecehan.