Lagi-lagi Kasek SDN Teke 1 Berulah, Pihak Dinas Dikbudpora Dinilai Menutup Mata - KUPAS BIMA

Headline News

Kamis, 07 November 2019

Lagi-lagi Kasek SDN Teke 1 Berulah, Pihak Dinas Dikbudpora Dinilai Menutup Mata


Bima_Kupasbima.com. Lukman, SPd M.Si selaku Kepala Sekolah SDN 1 Teke diminta segera dipindahkan ke tenpat lain.  Hal tersebut dilandasi dengan alasan karena dinilai terlalu otoriter dan angkuh ketika mengeluarkan kebijakan pada bawahannya atau guru-guru yang mengajar disekolah setempat. 

Sejumlah guru-guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan Sukarela yang mengajar di SDN 1 Teke sepakat meminta kepada pihak yang berwenang untuk segera menyikapi pernyataan para guru ini, 
hal ini disampaikan oleh aji Geno guru setempat saat dikonfirmasi awak media di SDN 1 Teke Pagi tadi Kamis (7/11/19).

Guru asal Desa Nata ini mengatakan bahwa sejumlah Guru yang mengajar disekolah yang berlokasi di Desa Teke kecematan Palibelo tersebut sepakat jika Kepsek SDN 1 Teke untuk dipindahkan.

Haji Geno menilai selama 3 Tahun kepimpinan kepala sekolah yang berpenampilan Ustad tersebut sering ada masalah dengan guru-guru yang ada disekolah setempat. 
"sudah 3 kali masalah yang terjadi selama dia jadi Kepala sekolah" akunya. 

Sambungnya, ditahun 2018 kasek didemo oleh sekelompok pemuda desa Teke dengan dalil bahwa kepsek tidak ada keterbukaan renovasi sekolah tahun lalu. Sementara beberapa bulan kemarin membuat kesalahan lagi dengan kejadian yang sangat memalukan yaitu Kepsek tersebut berupaya mengeluarkan kedua guru sukarela gara-gara unsur Politik.

Belum lama kemudian, dalam minggu ini lagi kepsek mempermasalahkan jam mengajar guru pada salah satu bidang studi,  padahal guru yang dimaksud telah mendapatkan sertifikasi, selama dia jadi Kepsek juga disini sebelumnya tidak pernah ia permasalahkan karena dia tahu bahkan hal itu dia terus yang tanda tangani sertifikasi saya," bebernya kesal.

Kedua guru yang dipermasalahkan oleh kepsek yakni Haji Geno dan ibu Opi, keduanya mengajar bidang studi yang sama. Kasek tidak perbolehkan ngajar pada bidang studi yang sama pada satu sekolah.

Sementara Ibu Opi yang juga dikonfirmasi awak media membenarkan pernyataan Haji Geno bahwa dalam minggu ini kasek terus mempermasalahkan mengenai dirinya yang mengajar bidang studi yang sama.
"Berkali-kali dilakukan rapat membahas persoalan tersebut sampai saling memukul meja dan lainya dalam forum tapi taj kunjung hadirkan solusi,dimana kasek tetap egois mempertahankan pernyataan sendiri"ules Opi dihadapan awak media. 

Lebih lanjut Ibu Opi sekaligus sebagai Bendahara sekolah tersebut menjelaskan ketika guru-guru ingin minta ijin pergi ke hajatan keluarganya tidak pernah diberikan padahal tidak ada jam ngajarnya.
"Seperti pernah kejadian kemarin, ada seorang guru yang ijin keluar menjenguk keluarganya yang sakit tapi tidak diijinkan oleh kepala sekolah, tak lama kemudian sang guru harus menerima informasi yang memilukan karena tidak dapat menemani keluarganya saat menghembuskan napas terakhir (meninggal dunia)" kisahnya pada media.

Disisi lain juga Pak Rifaid yang akrab disapa Guru Feo dan ibu Ani akan mogok kerja ketika Kepala sekolah masih berada di sekolah setempat."Kalau kepala sekolah ini tidak dipindahkan secepatnya maka kami akan mogok kerja," ancamnya. 

Kami meminta kepada pihak dinas dikbudpora Kabupaten Bima agar disampaikan keluhan para guru tersebut kepada kepala daerah, "pihak dinas segera koordinasikan masalah ini kepada kepada Bupati dan Wakil Bupati Bima untuk cepat memindahkan Kepsek ini"harapnya. 

Guru Feo juga merencanakan akan membuat baliho untuk digantung didepan pintu gerbang sekolah untuk meminta Kepsek itu cepat dipindahkan."jika Kepsek ini tidak juga mau dipindahkan oleh pengambil kebijakan, maka kami akan ajukan permohonan pindah ngajar kesekolah lain," Ujar dia.

Ditempat terpisah juga awak media meminta tanggapan dari UPT Dikpora Palibelo Jaharudin, S,Sos.  Kepala UPT Dikpora Kecamatan Palibelo saat dimintai tanggapannya mengenai itu mengatakan bahwa dirinya akan tindaklanjuti masalah tersebut dan akan melaporkan langsung ke pihak dinas.
"Iya kami akan laporkan ke pihak Dinas mengenai tuntutan para guru itu sesuai dengan prosedurnya," Ucapnya singkat. Kp (001*/Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Berikan Tanggapan Terkait Berita
Gunakan Bahasa yang tidak Mengandung Sara,Porno,Intimidasi dan Pelecehan.

Pages